Selain Guatemala, Ternyata Israel Sudah Kontak 10 Negara Lain

Berita Internasional

Selasarsumsel.id. Ternyata Amerika Serikat dan Israel semakin menunjukan tabiat buruknya terkait sikap dan kebijakan politik luar negeri mereka. Ingkar dan terkesan tidak menghormati keputusan resolusi sidang majelis umum PBB mereka tunjukan dengan tetap mengkampanyekan Jerussalem sebagai Ibukota Israel.

Dilansir dari Aljazeera.com, Deputi kementerian luar negeri Israel, Tzipi Hotovely, mengatakan bahwa pemerintahannya telah melakukan kontak dengan setidaknya 10 negara mengenai wilayah potensial untuk relokasi kantor kedutataan negara-negara tersebut di Jerusalem.

Hasil gambar untuk Tzipi Hotovely
Tzipi Hotovely (source : ynetnews.com)

Tzipi Hotovely kembali  menambahkan pada senin lalu bahwa setelah pengumuman rencana perpindahan kantor kedutaan dari Guatemala ke Jerusalem, mengikuti langkah yang sama dari Amerika yang lebib dahulu pada bulan ini yang menyulut pengutukan secara masif dalam skala internasional, dan adanya aksi unjuk rasa di hampir seluruh dunia muslim.

Ketika bebrbicara pada salah satu radio pemerintahan, ia tidak menyebutkan rincian Negara mana saja yang akan ikut membuka kedutaanya di Yerussalem menyusul Amerika dan Guatemala. Yang ia sebutkan hanya ‘klu’ bahwa Negara yang akan bergabung beberapa ada yang dari Eropa.

“Sejauh ini kita hanya melihat permulaannya” ujarnya. Menambahkan kebijakan Presiden Trump mengenai ibukota Jerusalem telah ‘memancing gelombang’. Imbuhnya.

Sementara itu dunia internasional terus saja melakukanj kecaman terhadap langkah-langkah kebijakan Amerika dan Guatemala yang telah secara terang-terangan mengingkari kesepakatan yang dihasilkan dari hasil voting di sidang umum PBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *