Makna Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Bagi Anggota DPR RI Ir. Sri Meliyana

Berita Nasional

Jakarta, selasarsumsel.id – Memaknai peringatan 10 desember sebagai hari HAM tentu menyisakan berbagai catatan yang masih menghiasi perjalanan bangsa, utamanya terkait dengan ekstrimisme, intoleransi, serta kurangnya penghormatan terhadap HAM secara essensial dan hakiki.

Hal inilah salah satunya yang menjadi perhatian anggota DPR RI, Ir. Sri Meliyana di dalam memaknai moment peringatan HAM kali ini. Ia melihat bahwa memang perlu diwujudkan kembali penghayatan dan penghormatan terhadap hak asasi setiap pribadi (manusia), agar HAM itu sendiri selalu dijunjung tinggi dan dihormati oleh semua pihak, tanpa terkecuali.

“Moment peringatan Hari HAM kali ini tentu perlu dielaborasi dengan berbagai hal yang konstruktif akan penghayatan dan penghormatan terhadap hak asasi setiap orang, agar kita selalu menjunjung tinggi nilai – nilai manusiawi yang pada intinya menjaga serta menghormati nilai dan prinsip HAM itu sendiri” ujar Meli sapaan akrabnya ketika dihubungi awak media pada Senin (10/12/2018).

“Selain dari pada itu, point penting lain yang diharapkan dengan penghormatan dan penghayatan terhadap HAM ialah agar dapat mencegah ekstrimisme dalam berbagai bentuk, yang kian hari terasa semakin massive, serta dapat menolak intoleransi dalam kehidupan sosial masyarakat” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut ia juga berpandangan bahwa sudah seharusnya perwujudan dan perlindungan HAM menjadi agenda prioritas pemerintah, guna mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai – nilai humanisme dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Tentu, perwujudan dan perlindungan HAM secara adil dan non-diskriminatif haruslah menjadi agenda prioritas (utama) pemerintah. Hal tersebut penting guna menunjang pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang humanis dalam struktur dan kultur kehidupan sosial masyarakat” pungkasnya.

Kemudian, ia kembali menegaskan bahwa peringatan HAM sejatinya jangan hanya berlalu dengan peringatan ceremonial belaka, namun memang harus selalu ada komitmen yang nyata serta pencapaian yang konkrit yang telah dilakukan oleh stakeholder terkait dari masa ke masa.

“Pada akhirnya, selamat memperingati Hari HAM internasional pada 10 desember 2018, besar harapan agar peringatan HAM dari waktu ke waktu tidak saja berbentuk ceremonial semata, namun memang harus selalu ada pencapaian dan komitmen yang nyata dari berbagai stakeholder terkait urusan HAM” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *