Mahasiswi UIN Yogyakarta Dilarang Mengenakan Cadar, Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam Mengecam

Anak Muda Mahasiswa

Selasarsumsel.id – Dalam sepekan ini mencuat pemberitaan yang cukup hangat dalam lingkungan pendidikan tinggi Indonesia. Yaitu terkait Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang melarang para mahasiswinya untuk menggunakan cadar di dalam areal kampus.

Larangan menggunakan cadar bagi mahasiswi yang diterapkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menuai reaksi dari berbagai pihak.

Mulai dari akademisi, praktisi, bahkan sampai politisipun ikut angkat bicara soal pelarangan ini. Tak terkecuali Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Palembang Darussalam yang juga turut bereaksi terhadap kebijakan tersebut. Mereka mengecam pihak yang mengeluarkan kebijakan pelarangan menggunakan cadar tersebut dan meminta pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mengkaji ulang soal larangan itu.

Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam, Febri Walanda.

“Menurut saya ini sudah keterlaluan. Bagaimana bisa kampus yang bahkan notabenenya berlabelkan Islam malah mendiskreditkan ajaran Islam itu sendiri. Walaupun pada hakikatnya dalam fikih Islam, memang terdapat berbagai pandangan para fuqaha (ahli fikih) tentang hukum menggunakan cadar apakah wajib, sunnah ataupun mubah. Tapi tetap saja ia merupakan salah satu ajaran Islam dalam rangka upaya memuliakan kaum wanita.”, pungkas Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Palembang Darussalam, Febri Walanda.

Febri juga menegaskan bahwa selain dinilai melanggar hak asasi manusia, pelarangan cadar bagi mahasiswi ini juga bertentangan dengan Pasal 29 UUD 1945  yang menjamin kebebasan dalam menjalankan syariat agama yang diakui oleh Negara.

“Jangan sampai kampus sebagai institusi berbasis pendidikan yang seharusnya mencerminkan intelektualitas malah kelihatan tidak intelek dikarenakan menabrak Undang-Undang sebagai dasar dalam berbangsa dan bernegara”, lanjut Febri.

Seperti yang diketahui, pihak kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta disamping telah mengeluarkan pelarangan menggunakan cadar, sebelumnya juga telah melakukan pendataan dan pembinaan terhadap 41 mahasiswinya yang mengenakan cadar dari berbagai fakultas dan program studi. (dkh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *