Mahasiswa sebagai pelopor Gerakan Teladan Bermedia Untuk Menjaga Kebhinekaan

Anak Muda Opini

Era milenial telah memberikan corak warnanya tersendiri bagi masyarakat dunia. Internet, media sosial dan arus informasi yang sangat deras menandai era ini. Teknologi Informasi dan Komunikasi pada akhirnya harus disikapi dengan bijak dan dioptimalkan untuk hal-hal yang positif. Hal ini tentu menjadi antithesis pemikiran orang-orang pada awal abad ke-20 yang menilai bahwa kemunculan teknologi informasi dan komunikasi hanya akan memberikan dampak negatif saja menyusul fenomena anti sosial yang mulai terjadi.

Dewasa ini kembali muncul sebuah permasalahan baru yang berakar dari bahasan lama tentang semakin pesat dan berkembangnya pola komunikasi internet. Dunia maya meliputi berbagai lini media sosial yang ada, telah menjadi arena terbuka penyampaian bermacam pendapat, dan ujaran-ujaran yang tidak jarang memancing beragam kontroversi. Dalam perkembanganya banyak sekali terjadi keributan yang menjalar sampai kedunia nyata bahkan tak jarang sampai masuk kedalam ranah hukum karena permasalahan keributan didunia maya.

Tahun 2017 menjadi saksi betapa hebatnya dampak media sosial sekaligus mengajarkan betapa bahayanya ketika kita tidak mampu memanfaatkan media sosial sebagai media untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Tidak sedikit oknum yang kemudian di polisikan karena melakukan ujaran kebencian di akun-akun media sosialnya, sampai kemudian pemerintah merespon fenomena ini dengan peluncuran UU ITE yang dianggap mampu meredam fenomena ‘perpecahan’ yang ada.

Mahasisawa merupakan salah satu elemen masyarakat Indonesia yang dianggap paling melek terhadap kemajuan zaman dan selalu menjadi yang terdepan dalam melahap setiap inovasi – inovasi teknologi terbaru yang ada. Mungkin ketika sebagian besar masyarakat masih menggandrungi facebook  mahasiswa telah terlebih dahulu mewarnai timeline instagram. Ini  menjadi point kelebihan tersendiri bagi mahasiswa.

Hasil gambar untuk media kartun
Source : cahpulokulon.blogspot.co.id

Menyikapi permasalahan yang timbul dari pola bermedia yang semakin hari dinilai semakin bebas dan menyulut banyak permusuhan dan pertikaian maya, UU ITE dirasa masih belum cukup untuk meminimalisir hal tersebut sehingga dibutuhkan peran dari berbagai kalangan masyarakat utamanya mahasiswa. Mahasiswa dianggap sebagai kalangan intelektual yang selalu berfikit logis dengan idealismenya. Ini menjadi point kedua dimana mahasiswa dianggap mampu menjadi bagian penting dalam memberikan teladan bermedia bagi masyarakat.

Apa yang dimiliki mahasiswa selain skill teknologi dan idealismenya adalah tentang kuantitas. Kita memahami bahwa untuk dapat menghegemoni suatu komunitas  masyarakat, selain skill jumlah juga menentukan hasil. Faktanya menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2014, populasi pemuda mencapai sekitar 61,83 juta jiwa atau 24,53 persen dari jumlah penduduk Indonesia.  Bahkan pada Pemilihan Umum tahun 2014 pemuda menguasai kurang lebih 40 persen suara.

Secara konkrit mahasiswa dapat menjadi gerakan teladan bermedia kepada masyarakat dengan rutin melakukan kampanye. Beberapa point penting yang harus dikampanyekan adalah hal-hal berkenaan dengan pola bermedia positif seperti etika bermedia sosial, bermedia sosial dengan santun, berbagi informasi bermanfaat melalui media sosial, sampai yang paling menyentuh sisi pragmatisme masyarakat adalah bagaimana memanfaatkan media sosial untuk berjualan dan menambah pundi-pundi rejeki.

Mahasisawa sebagai salah satu elemen masyarakat yang memiliki point kepercayaan yang masih tinggi ditengah-tengah masyarakat tentu menjadi salah satu kemudahan tersendiri dalam menyukseskan kampanye ini. Pemanfaatan jejaring sosial untuk memberikan contoh nyata bagaimana cara bermedia sosial yang bijak, beretika dan berkualitas oleh mahasiswa itu sendiri tentu menjadi langkah utama yang harus direalisasikan. Mari bijak bermedia sosial.

 

oleh : Bayu Apriliawan ( Wakil presiden Mahasiswa KM UNsri 20I7 dan Founder Komunitas Blogger M XVIII )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *