3 Alasan Mengapa Aswari – Irwansyah Layak Menang Di Pilkada Sumsel

Berita Daerah

Oleh : Musheni

Hasil gambar untuk pilkada sumsel
Source : pepnews.com

Ada korelasi yang sangat kuat antara Pilgub, Pilkada dengan Presiden Baru Republik Indonesia 2019 mendatang. Semakin besar presentasi kemenangan koalisi oposisi saat ini di Pilgub, Pilkada maka semakin besar pula persentase kemenangan rakyat mendapatkan presiden baru. Pilgub di Sumsel menurut kami benar benar miniatur Pilpres 2019 mendatang. Mulai dari calon Gubernur sebanyak 4 Paslon, konfigurasi paslon dan koalisi, komposisi suku, ras, agama pemilih. Isu isu yang diusung oleh paslon ( janji janji). Oleh karenanya, dalam tulisan kecil ini kami ingin menyampaikan arti penting suara Sumsel untuk Aswari-Irwansyah demi mendapatkan presiden baru tahun 2019.

Berikut ini adalah tiga alasan dan aspek utama arti penting mendapatkan Gubenurnur Sumsel yang cerdas, energik, muda, dan kreatif menuju masyarakat yang bersatu, adil dan sejahtera.

Pertama, koalisi non partai penista agama. Pasangan Aswari-Irwansyah bukan didukung oleh partai yang mencaci maki agama, memperolok ideologi ( katanya – tertutup) alias tidak percaya akhirat, bukan pula didukung oleh kader partai yang berani mengancam ummat Islam (Victor L ), tidak pula partai yang mendukung LGBT. Aswari-Irwansyah didukung oleh partai Gerindra dan PKS yang memilih jalur oposisi pemerintah saat ini.

Memilih Aswari-Irwansyah sama dengan memulai untuk menemukan presiden baru Indonesia tahun 2019. Memilih Aswari-Irwansyah samahalnya anda menguatkan arus yang tetap istiqomah pada jalur oposisi demi terjaganya optimisme masyarakat Indonesia bahwa “Kita Masih Punya sang Patriot Sejati”. Memilih Aswari-Irwansyah berarti anda telah berada pada gerbong keummatan yang akan mengangkat harkat dan martabat NKRI dari keterpurukan multidimensi.

Kedua, koalisi yang dibangun Gerindra dan PKS disumsel merupakan representasi dari koalisi keummatan berskala nasional. PKS dan Gerindra yang mengusung Aswari-Irwansyah sebagai icon perlawanan secara konstitusi terhadap dinasti politik, dan politik feodalistik. Baik dinasti maupun feodalistik secara politik cenderung akan bersifat coruptif. Oleh karenanya, koalisi keummatan di Sumsel adalah koalisi nasional yang paling rasional.

Koalisi yang mengedepankan suara suara minoritas para ulama yang semakin sayup-sayup terdengar. Memilih Aswari-Irwansyah merupakan ijtihat politik yang paling rasional bagi ummat. Memilih Aswari-Irwansyah pembuka jalan optimisme ummat ke jalan yang lebih harmonis,adil dan sejahtera.

Ketiga, jalur bangsa negara yang sesuai dengan bapak pendiri bangsa dapat diaplikasi dalam politik praktis dengan memilih Aswari-Irwansyah. Ketika Mendagri mengusulkan Plt Gubernur Sumut dan Jabar yang berasal dari Polri, maka Panglima dan Kemenhan RI menolaknya. Karena hal itu bisa menyeret institusi Polri dalam arus Pilkada.

Hal senada juga disampaikan oleh petingi Gerindra dan PKS. Artinya, PKS dan Gerindra konsisten pada UU Polri, UU Pilkada, Konstitusi dan amanat reformasi. Memilih Aswari-Irwansyah berarti kita memilih alur bangsa negara yang benar sesuai cita cita pendiri bangsa. Baik Gerindra dan PKS selalu konsisten pada nilai nilai Pancasila, dan UUD 1945 serta konsensus konsensus yang legitimate.

Memilih Aswari-Irwansyah sama hal nya dengan menghargai perjuangan para habaib, ulama dan ustad dalam kiprah politik nasional maupun lokal, baik terdahulu maupun masa yang akan datang. Memilih Aswari-Irwansyah itu berarti semakin mendekatkan pada konsensus bersama bapak pendiri bangsa.

Kita menyakini keterpilihan Aswari-Irwansyah sebagai Gubernur Zaman Now di Sumatera Selatan 2018-2023 membawa harapan baru bagi Masyarakat Sumatera Selatan dan Indonesia.

 

*Musheni, Tokoh Pemuda danĀ  Politisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *