Kaledioskop 2017 : Kepala Daerah Hingga Pejabat Negara Tersangka KPK

Berita Daerah Opini Politik

Palembang, selasarsumsel.id – Tanpa terasa penghujung tahun telah tiba, memasuki pergantian tahun dapat dilihat kembali refleksi perjalanan dan catatan seputar permasalahan korupsi yang mengisi hari – hari di sepanjang tahun 2017. Redaksi selasarsumsel.id mencatat beberapa kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah hingga pejabat (tinggi) negara di sepanjang tahun 2017. Berikut ulasan singkatnya :

  1. RIDWAN MUKTI (GUBERNUR BENGKULU)

KPK menetapkan Ridwan Mukti sebagai tersangka pada Kamis (22/6/2017). Ridwan Mukti ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (21/6/2017), atas dugaan suap pada proyek peningkatan jalan TES-Muara Aman dan proyek peningkatan jalan Curug Air Dingin Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Dalam kasus ini, Ridwan Mukti diduga mendapat commitment fee sebesar Rp 4,7 miliar. Hingga saat ini  proses persidangan sedang berlangsung dan menunggu putusan (vonis) akhir pengadilan.

  1. ACHMAD SYAFII (BUPATI PAMEKASAN)

KPK menetapkan Achmad Syafii sebagai tersangka pada Rabu (2/8/2017) dalam kasus dugaan suap untuk menghentikan penanganan kasus korupsi penyelewengan dana desa. Kasus ini berawal dari laporan sejumlah LSM soal dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek infrastruktur senilai Rp 100 juta yang menggunakan dana desa.

  1. SITI MASITHA (WALI KOTA TEGAL)

KPK menangkap Siti Masitha Soeparno pada Selasa (29/8/2017) di Rumah Dinas Wali Kota Tegal. Siti Masitha Soeparno diduga menerima suap sebesar Rp 5,1 miliar. Uang suap itu diduga untuk keperluan cost politik pembiayaan pilkada Siti Masitha Soeparno yang akan mencalonkan diri kembali sebagai Wali Kota Tegal pada periode berikutnya.

  1. OK ARYA ZULKARNAEN (BUPATI BATUBARA)

Pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan sehari sebelumnya, KPK menetapkan OK Arya Zulkarnaen sebagai tersangka pada Kamis (14/9/2017). OK Arya Zulkarnaen menjadi tersangka dalam kasus suap pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017. OK  Arya  Zulkarnaen  diduga  menerima fee sebesar  Rp  4,4  miliar  dari beberapa proyek pembangunan (fisik) infrastruktur di Kabupaten Batubara.

>> Baca juga : 5 Momen Krusial selama Tahun 2017

  1. EDDY RUMPOKO (WALI KOTA BATU)

Sehari setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Tim KPK di rumah dinas Wali Kota Batu, pada Minggu (18/9/2017) Eddy Rumpoko ditetapkan sebagai tersangka. Ia menjadi tersangka terkait dugaan suap proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp 5,26 miliar.

  1. TUBAGUS IMAN ARIYADI (WALI KOTA CILEGON)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (23/09/2017) menetapkan Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka. Tubagus Iman Ariyadi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar terkait perizinan di Cilegon. Selain Iman, KPK juga menetapkan Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira dan seorang bernama Hendry sebagai tersangka penerima suap. Dalam kasus ini, Iman bersama-sama Dita Prawira dan Hendry diduga menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar.

  1. RITA WIDYASARI (BUPATI KUTAI KARTANEGARA)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai tersangka dalam dugaan penerimaan gratifikasi. Rita diduga menerima gratifikasi selama menjabat kepala daerah 2 (dua) periode di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam ekspose KPK, Rita diduga melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

  1. MARKUS NARI (ANGGOTA DPR RI)

Markus Nari merupakan anggota DPR RI periode 2009 – 2014, dan periode 2014 hingga saat ini, Markus Nari  ditetapkan sebagai tersangka kelima oleh KPK dalam kasus E-KTP pada Rabu (19/7/2017).

Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mencermati fakta persidangan dengan terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, yakni Irman dan Sugiharto. Pasca persidangan tersebut, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Markus Nari sebagai tersangka.

  1. SETYA NOVANTO (KETUA DPR RI)

Penetapan  Setya  Novanto  sebagai  tersangka  oleh  KPK, merupakan  titik klimaks dari catatan penutup deretan para kepala daerah hingga pejabat negara yang tersangkut kasus korupsi sepanjang tahun 2017. Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK, merupakan salah satu peristiwa penting yang cukup menghebohkan publik di tanah air.

Pasca penetapan pertama sebagai tersangka pada 17 Juli 2017, Setya Novanto dapat memenangkan gugatan pra-peradilan sehingga menggugurkan status tersangka yang dialamatkan kepadanya, namun apadaya KPK kembali menyematkan status tersangka kepadanya pada Senin (06/11/2017). Meskipun, penetapan ketua umum partai politik sekaligus ketua lembaga tinggi negara tersebut dihiasi oleh berbagai peristiwa dan drama yang sangat kontroversi, namun pada akhirnya Setya Novanto ditahan di rutan KPK, dan saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadian Tipikor Jakarta. (RC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *