Ini Klarifikasi Resmi Ustadz Abdul Somad Terkait Penolakannya Di Hongkong

Berita Nasional

selasarsumsel.id. Pasca booming nya berita tentang penokan kedatangannya oleh Imigrasi Hongkong, Ustadz Abdul Somad menyampaikan Klarifikasi Kejadin tersebut melalui akun media sosial salah satunya adalah melalui instagramnya.

Hasil gambar untuk abdul somad
Ustadz Abdul Somad ( source : nasional.republika.com )

Melalui akun  @ustadzabdulsomad, beliau mengklarifikasi kronoligi kejadianya dengan poin-poin sebagai berikut:

  1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya rubah)
  2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah; saya, Sdr. Dayat dan Sdr. Nawir.
  3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab.
  4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya.
  5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta.
  6. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua.
  7. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da’wah.
  8. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hongkong.
  9. Semoga tulisan singkat ini mampu menjadi klarifikasi.

6 Rabiul Akhir 1439
24 Desember 2017
Abdul Somad

 

Dilansir dari cnnindoneisa.com, Kuasa hukum Ustadz Abdul Somad, Kapitra Ampera, berencana melaporkan kejadian tersebut ke DPR dan Kementerian Luar Negeri.

“Kami segera akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengetahui duduk persoalannya,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *