Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota MPR RI Ingin Perkuat Kembali Karakter Kebangsaan

Berita Daerah Berita Nasional

Selasarsumsel.id, Lahat – Bertempat di aula SD Negeri 18 Kecamatan lahat, Anggota MPR RI asal dapil Sumsel II fraksi Gerindra, Ir. Sri Meliyana menggelar Sosialisasi 4 pilar kebangsaan dengan para orang tua (wali siswa), staf pengajar (guru), tokoh agama dan masyarakat pada Rabu (25/04/2018).

Dalam pemaparannya yang cukup lugas, Sri Meliyana membedah satu persatu tiang/pilar kebangsaan, yang terkandung di dalam pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khusus pada sila pertama pancasila, Meli sapaan akrabnya, menyoroti kebebasan beragama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, yang tidak didapatkan di semua negara, yang mana tentunya harus dilestarikan dan disyukuri.

“Saya pernah berkunjung ke negara lain, yang dalam kehidupan beragama, tidak seindah dan harmonis seperti di Indonesia. Sila pertama Pancasila, yang secara tersirat dalam praktik ketatanegaraan menganjurkan untuk memilih agama sebagaimana yang telah ditentukan. Oleh karenanya berbahagialah kita di Indonesia karena agama tidak dilarang. Nikmatilah beragama, karena tidak dilarang, tidak dibatasi, asal tetap dalam koridor konstitusi”, ujarnya

Kemudian, di dalam pertemuan yang dihadiri kurang lebih 150-an para orang tua (siswa) guru dan masyarakat, ia juga memaparkan pentingnya bagi para stakeholder pendidikan, dimulai dari keluarga (orang tua), guru, dan element masyarakat untuk kembali memperkuat karakter kebangsaan bagi para peserta didik, sebab menurutnya telah banyak contoh peserta didik (siswa sekolah) yang melakukan hal yang tidak sebagaimana mestinya, bahkan ada contoh siswa yang menganiaya guru-nya.

“Perlu kita tanamkan kembali karakter kebangsaan bagi para peserta didik, karena dapat dilihat saat ini banyak contoh dimana kasus siswa (peserta didik) yang menganiaya guru(nya) hingga tewas yang terjadi di daerah sampang, itu salah satunya karena lemahnya peran orang tua dalam mengawasi dan menanamkan karakter kebangaaan kepada anak didik” tuturnya.

Kemudian, ia kembali melihat realitas ke-Indonesiaan yang multikultural, ragam bahasa dan budaya, sehingga menurutnya hal tersebut merupakan sebuah ciri khas Indonesia, yang sejatinya harus dijaga.

“Kita sadari bahwa Indonesia sangat besar, dibandingkan negara tetangga Malaysia, mungkin tidak lebih dari pulau sumatera, NKRI terdiri dari 17 ribu pulau terbentang dari sabang hingga merauke” ujarnya

“Kalau kita melihat papua, disana ada ratusan suku, yang bahasa nya tidak saling mengerti satu sama lain, tapi dipersatukan oleh bahasa Indonesia, begitupun kita disini, dan oleh karenanya keragaman dan entitas tersebut harus kita lestarikan, jaga dan wariskan bagi generasi mendatang” sambungnya.(ican)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *