Gelar Diskusi Kelompok Pentahelix, Para Penggiat Ekonomi Kreatif Palembang Diharapkan Ambil Bagian Dalam Perhelatan Asian Games

Berita Daerah Berita Nasional Pariwisata

Selasarsumsel.id, Palembang – Bertempat di Ball Room Hotel Excelton pada Selasa (15/05/2018) di Palembang, Badan Ekonomi Kreatif(BEKRAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Palembang menggelar diskusi kelompok dengan para penggiat dan pelaku ekonomi kreatif di kota palembang.

Dalam sambutan mengawali acara, Isnaini Madani, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang mengharapkan agar diskusi ini semakin memperkuat semangat partisipasi para pelaku ekonomi kreatif di palembang, khususnya di bidang kriya dan fashion dalam perhelatan Asian Games nantinya.

“Tentu sangat diharapkan ketika moment asian games nanti semua komunitas para penggiat ekonomi kreatif bergerak dalam arti berpartisipasi (berkontribusi)” pungkasya.

“Palembang kalau kuliner memang sudh dikenal, namun yang dapat lagi menjadi selling poin (daya jual) ialah kerajinan tangan dan fashion” sambungnya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Ir. Sri Meliyana, yang merupakan anggota komisi X DPR RI asal daerah pemilihan sumsel II Fraksi Gerindra, dimana ia juga menekankan pentingnya untuk memperkuat produk ekonomi kreatif lokal karya kita, agar dalam moment asian games nanti tidak hanya jadi penonton, namun juga turut berkontribusi.

“Moment asian games jangan hanya jadi penonton, Kita harus perkuat karya kita, agar menarik dan dilirik oleh tamu Asian Games nantinya. Oleh karenanya para pelaku ekonomi kreatif, harus bersungguh-sungguh dalam membuat produk ekonomi kreatif (bidang kriya dan fashion). Harus dengan perasaan cinta dalam memproduksi (membuatnya)” pungkasnya.

Kemudian, Hassan Abud selaku direktur hubungan antar lembaga dalam negeri Badan Ekonomi Kreatif, menjelaskan dalam sambutannya tentang maksud dan arti penting acara ini dilaksanakan.

“Maksud diadakannya diskusi ini pada dasarnya ialah kita ingin melihat apakah kelemahan produk kriya dan fashion kita, jadi nnti dapat ditindaklanjuti secara konkrit. Poin pentingnya ialah berupaya memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan di daerah. Semoga diskusi ini menghasilkan pemetaan masalah untk selanjutnya dicarikan solusi(nya)” ujarnya.

Dalam pantauan redaksi selasar sumsel, acara yang dihadiri kurang lebih 150an peserta ini melibatkan hampir semua penggiat ekonomi kreatif bidang kriya dan fashion di kota Palembang, diantaranya terlihat hadir dari para pengrajin kawasan Tuan Kentang, Rumah Songket, Nabila Songket, Genpi Sumsel, Komunitas Enceng Gondok, lalu dari perwakilan kampus (akademisi) dan media lokal (baik cetak/elektronik) serta unsur pemerintahan daerah (dinas pariwisata) provinsi Sumsel dan kota Palembang.(ican)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *