CDSC : Suara Partai Politik Islam Semakin Tergerus

Berita Daerah Politik

Palembang, selasarsumsel.id – Menjelang pelaksanaan pilpres 2019 mendatang, konstelasi politik mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan terjadi pada beberapa partai politik islam, yang semakin hari dari masa ke masa cenderung mengalami penurunan, baik dari sisi produktifitas (gagasan dan pemikiran) maupun dari aspek kuantitas (perolehan suara dalam pemilu).

Hal ini pula yang menjadi salah satu perhatian dari Alip D. Pratama, M.H, selaku Direktur Eksekutif dari Center For Democracy and Civilization Studies (CDSC) dalam kajian mingguan terbatas yang dilaksanakan pada minggu (25/11/2018) bertempat di sekretariat CDSD Jalan Joko No. 3 Talang Semut Palembang.

Dalam sambutan awalnya, ia mengungkapkan bahwa di satu sisi terdapat sebuah ironi yang tidak dapat dihindarkan dimana penduduk Indonesia yang mayoritas merupakan pemeluk agama islam (muslim) dan ditambah dengan dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, namun berbanding terbalik dengan perolehan suara partai politik berbasis Islam, yang cenderung menurun, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Tentu dari hasil riset singkat berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber yang ada, dapat ditarik kesimpulan bahwa senyatanya dari masa ke masa perolehan suata partai politik Islam cenderung mengalami penurunan, khususnya dari era orde baru, masa reformasi hingga pasca reformasi saat ini” ujarnya.

“Kondisi ini tentu merupakan sebuah ironi yang cukup memprihatinkan, di mana hampir 85% jumlah mayoritas penduduk Indonesia merupakan pemeluk agama islam (muslim), dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup pesat namun tidak berbanding lurus dengan suara partai politik islam yang ada” lanjutnya.

Kemudian, ia pula mengungkapkan bahwa jikalau tidak ada pembenahan yang holistik, dari aspek kultural dan struktural partai politik islam yang dilakukan sedini mungkin guna menghadapi pileg 2019 mendatang, maka sudah barang tentu perolehan suara partai politik islam akan semakin tergerus, dan secara langsung juga akan menyebabkan berkurangnya jumlah partai politik islam yang ada di parlemen guna menyuarakan aspirasi umat islam.

“Sudah barang tentu jikalau tidak ada pembenahan dan antisipasi sedini mungkin guna mempersiapkan kontestasi pileg mendatang, khususnya dari partai politik islam, maka perolehan suara partai politik islam akan tergerus (berkurang secara significant) dan secara langsung juga akan mempengaruhi eksistensi (keberadaan) partai politik islam di parlemen” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *