Amerika Serikat Mencoba Mendikte, Pimpinan Hamas Peringatkan Trump

Berita Internasional

Palembang, selasarsumsel.id – Dilansir dari al-jazeera.com, Pemimpin HAMAS, ismail Haniya mengatakan Pemerintahan USA telah menawarkan kepada Otoritas Pemerintahan Palestina Abu Dis (Pinggiran kota Jerusalem) sebagai alternatif ibukota Negara Palestina di masa depan.

Hasil gambar untuk haniya hamas
Haniya memperingatkan Trum (source : vodfm.co.za)

Pimpinan Hamas Itu melanjutkan, “Amerika tetap menawarkan kesepakatan dan tetap melanjutkan untuk tetap pada pihak Otoritas Palestina (PO/FATAH) sebagai alternatif selanjutnya, dengan memberikan mereka sebuah wilayah sebagai Ibukota untuk Otoritas Palestina di sekitaran area Abu Dis, jauh dari Jerusalem, dengan sebuah jembatan yang menghubungkan langsung ke Masjid Al Aqsho sehingga memungkinkan untuk beribadah”, ujarnya.

Haniya mengatakan beberapa pasukan daerah telah mencari cara untuk membagi wilayah Tepi Barat Sungai Jordan ke dalam tiga bagian, selain juga untuk menciptakan entitas politik di perbatasan Jalur Gaza dengan kedaulatan untuk mengendalikan diri sendiri.

Haniya memperingatkan aktor lokal, regional dan juga internasional untuk melawan pengimplementasian rencana Amerika terkait Timur Tengah yang belum dipublikasikan ini.

Jared Krushner, menantu Trump dan seorang penasihat Gedung Putih, telah mempelopori upaya-upaya untuk mengukur kemungkinan melanjutkan proses perdamaian Palestina-Israel.

“Haniya mengirim peringatan kepada semua pihak yg terlibat dalam “kesepakatan abad ini”, apakah mereka Palestina, Arab atau Muslim, atau pihak internasional” ujar Dahdouh, reporter Al Jazeera di tepi gazza.

“Ada tanda-tanda juga bahwa Israel akan mengambil keuntungan dari kesepakatan ini untuk memaksakan versi mereka terkait fakta-fakta di atas tanah, seperti Undang-undang mengenai israelisasi di Jerusalem yang akan di voting besok hari”.

Haniya mengatakan, keputusan Amerika untuk mengakui Jerusalem sebagai ibukota dari Israel akan mendatangkan resiko baru yang dapat mempengaruhi hubungan antara Palestina dan Yordania.

Ia menyebutkan laporan dari diskusi mengenai alternatif tanah air bagi Palestina dan adanya persekutuan antara Jordan dan Palestina.

Gambar terkait
Source : cbn.globoradio.globo.com

Haniya mengatakan telah berbicara kepada Raja Abdullah dari Jordan mengenai apa yang dia lihat sebagai munculnya sesuatu yg berbahaya dari adanya Kebijakan tentang Jerusalem, proyek pemukiman, dan alternatif tanah air bagi Palestina.

Haniya juga menghimbau kepada warga Palestina untuk terus melanjutkan perjuangan melawan kebijakan Trump, dan kepada Gerakan Populer di Arab dan ibukota negara muslim untuk meneruskan protes mereka.

Mengenai rencana rekonsiliasi antara dua aktor utama kelompok perlawanan di Palestina: Hamas dan Fatah, Haniya mengatakan isu mengenai politik internal ini harus segera diselesaikan dengan cepat untuk terciptanya kesatuan pemerintahan sehingga bisa beralih kepada fokus isu nasional.

 

Sumber: AlJazeera.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *